Sensasi Nyetir Suzuki SX-4 S-Cross, Hatchback Rasa SUV

Suzuki SX-4 S-Cross facelift sebetulnya sudah meluncur sejak akhir 2017 lalu. Waktu itu model ini hadir saat usia SX-4 generasi ini baru memasuki 1,5 tahun di Indonesia. Kini sekitar dua tahun sejak kemunculannya, SX-4 S-Cross masih cukup layak dimiliki oleh Anda yang mengincar hatchback bercita rasa SUV. Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat model ini menarik. Pertama kami mulai dari fitur, S-Cross terbilang bisa memanjakan pengemudi lewat kelengkapan di kabinnya.

Misalnya posisi menyetir yang bisa diatur lebih fleksibel, berkat tilt dan telescopic steering. Di setirnya, terdapat kontrol audio, telepon, hingga cruise control yang bisa membuat perjalanan makin menyenangkan. Belum lagi fitur auto rain sensing, tinggal posisikan tuas wiper di mode auto, maka wiper akan aktif sendiri saat kena hujan gerimis. Baca juga: Suzuki Indonesia, Kapan Mau Rakit Lokal Ignis, Baleno atau S-Cross?   Lihat Foto Suzuki SX-4 S-Cross dibekali ban berprofil 215/60 R16, sementara ground clearance mencapai 185 mm.(KOMPAS.com/Dio) Selain itu, S-Cross juga dilengkapi beragam fitur yang bisa dibanggakan seperti lampu LED dengan proyektor, sensor parkir, kamera mundur, keyless entry, tombol start/stop, serta AC dengan climate control, Dari sisi interior kami merasa, S-Cross terkesan lebih mewah dari kompetitor di segmen hatchback.

Utamanya berkat beberapa material empuk di dasbor dan door trim, detil kecil ini tentu masih belum banyak di mobil pada level harga di bawah Rp 300 jutaan. Kemudian dari ukuran, dengan postur (PxLxT) 4.300 mm x 1.785 mm x 1.595 mm, S-Cross jelas jadi yang paling besar jika dibandingkan dengan hatchback rival, seperti Jazz dan Yaris. Bahkan S-Cross ternyata juga lebih besar dari HR-V, untuk diketahui Low SUV Honda itu memiliki ukuran (PxLXT) 4.294 mm x 1.772 mm x 1.580 mm. Baca juga: Mengenal Karakter Pembeli Suzuki S-Cross   Lihat Foto Ilustrasi perbandingan ukuran Suzuki SX-4 S-Cross dengan Honda HR-V(KOMPAS.com/Dio) Sementara itu jika menilik harga dari situs resminya, per Desember 2019 ini (on the road Jakarta) S-Cross dipatok sekitar Rp 284 juta hingga Rp 297 juta.

Sedangkan Jazz dijual mulai Rp Rp 244,8 juta sampai Rp 286,6 juta, dan Yaris dari Rp 246,65 juta hingga Rp 278,85 juta. Lain halnya dengan HR-V yang dibanderol kisaran Rp 291,4 juta sampai Rp 342,6 juta. Artinya, S-Cross memang diposisikan berada di antara hatchback dan Low SUV. Ibaratnya seperti peralihan sebelum merasakan SUV yang sesungguhnya. Sebab secara tampilan, S-Cross bisa disejajarkan dengan para pesaing dari segmen Low SUV. Apalagi ground clearance-nya mencapai 185 mm yang terbilang cukup tinggi, tak ada perasaan takut mentok saat melibas jalan berlubang atau polisi tidur di komplek perumahan. Belum lagi posisi duduk yang tinggi, membuat pandangan saat berkendara terkesan luas layaknya SUV.

Namun bagaimana dengan rasa berkendaranya? Nah, di titik ini barulah disadari bahwa S-Cross bukanlah SUV murni. Ciri khas hatchback masih terasa, salah satunya dari bantingan suspensi keras, yang tentu berdampak baik pada kemampuan bermanuvernya. Walaupun dibekali bodi yang jangkung, pengendaliannya tetap baik dan memiliki handling yang cukup tajam. Karakter suspensi yang juga tidak sampai mengocok perut Anda, sokbreker S-Cross masih cukup baik meredam guncangan dari jalan maupun ketika melibas speed trap sekalipun.

Handling mobil saat di dalam kota juga makin mudah berkat setir dengan EPS (Electronic Power Steering) yang sangat nyaman dipakai parkir dan bermanuver di tengah kemacetan atau kepadatan kota. Begitu juga dengan kerja sistem transmisi 6 AT yang digunakan mobil tes kami cukup luwes melakukan perpindahan sesuai dengan kebutuhan. Bila ingin lebih responsif tinggal gunakan tuas paddle shift di balik kemudi untuk menaik-turunkan gigi secara manual.

Suzuki SX-4 S-Cross masih cukup bertaji saat dibawa ke jalur offroad ringan.(KOMPAS.com/Azwar) Di atas kertas, S-Cross mengusung mesin M15A DOHC VVT 1.491 cc bertenaga 109 PS (107 dk) dan 138 Nm yang terbilang tidak begitu istimewa. Performanya cenderung biasa saja, kalah bertenaga jika dibandingkan hatchback dari kompetitor. Meski begitu, konsumsi bahan bakarnya layak dapat apresiasi. Selama beberapa hari mencoba S-Cross di jalur perkotaan, melewati tol dan kemacetan di sejumlah titik, hingga sedikit blusukan ke jalanan kampung, konsumsi BBM rata-rata bisa mencatatkan 12 Km/liter.

Walaupun tak bisa disejajarkan secara apple to apple dengan kompetitor di segmen Low SUV. S-Cross punya tampilan lebih macho dan gagah dari pendahulunya, fitur-fiturnya pun sudah cukup lengkap serta value for money. Singkatnya, S-Cross layak menjadi pilihan buat Anda yang mengincar Low SUV dengan harga lebih terjangkau dan mereka yang sering berkendara di perkotaan, dengan kondisi jalan bervariasi.